GISLI Shares Insights on Safety and Sustainability at the Ocean Centres Workshop Series 7


GISLI menjadi salah satu pembicara dalam Ocean Centres Indonesia Workshop Series 7 yang diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia, Bappenas, dan Lloyd’s Register Foundation. Pada kesempatan ini, GISLI diwakili oleh Dede Sinar, Ketua GISLI Cabang Sukabumi, yang menyampaikan perspektif lapangan mengenai keselamatan pekerja pesisir, kondisi faktual komunitas nelayan, serta tantangan integrasi keberlanjutan dalam sektor maritim.

Partisipasi GISLI turut didukung oleh PPN Palabuhanratu, yang membantu menyediakan data dan informasi terkait armada perikanan, jumlah nelayan, serta profil komunitas maritim di wilayah kerja mereka. Dukungan ini memperkuat materi paparan GISLI dan memastikan bahwa diskusi mencerminkan realitas yang dihadapi nelayan di lapangan.

Dalam sesi ini, Dede Sinar menyoroti pentingnya akses perlindungan sosial, peningkatan kapasitas nelayan, penerapan standar keselamatan yang konsisten, serta perlunya tata kelola lingkungan yang lebih kuat untuk mendukung transisi berkelanjutan di ekonomi biru. Pandangan tersebut melengkapi diskusi para narasumber dari akademisi, ILO, ARLI, BPJS Ketenagakerjaan, dan serikat pekerja.

Kehadiran GISLI dalam forum ini menunjukkan komitmen organisasi untuk memperkuat keselamatan pelayaran, meningkatkan kesadaran publik, dan membangun kolaborasi strategis lintas pemangku kepentingan demi masa depan maritim Indonesia yang lebih aman dan berkelanjutan.


GISLI participated as one of the speakers at the Ocean Centres Indonesia Workshop Series 7 organized by the UN Global Compact Network Indonesia, Bappenas, and the Lloyd’s Register Foundation. Represented by Dede Sinar, Head of the Sukabumi Chapter, GISLI shared community based insights on coastal worker safety, the lived conditions of fishers, and the challenges of integrating sustainability across the maritime sector.

GISLI’s participation was supported by the Nusantara Fishing Port (PPN) Palabuhanratu, which provided essential data on active fishing fleets, registered fishers, and local maritime community profiles. This support strengthened GISLI’s presentation and ensured that the discussion reflected accurate on the ground realities faced by coastal workers.

During the session, Dede Sinar emphasized the need for stronger social protection, capacity building for fishers, consistent safety standards, and improved environmental governance to support a just and sustainable transition within the blue economy. These insights complemented contributions from academia, the ILO, ARLI, BPJS Employment, and labor unions.

GISLI’s involvement highlights its commitment to advancing maritime safety, raising public awareness, and fostering multi stakeholder collaboration to build a safer and more sustainable maritime future for Indonesia.