GISLI untuk Perempuan Nelayan, dengan dukungan IFFS, berangkat dari prinsip bahwa masyarakat pesisir yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya, praktik penangkapan ikan yang lebih aman, serta akses yang lebih kuat terhadap mata pencaharian yang berkelanjutan.
Selama dua hari di Palabuhanratu, kegiatan ini mempertemukan nelayan laki-laki dan perempuan untuk meningkatkan keselamatan di laut, memperkuat peluang mata pencaharian, dan mendukung pembangunan masyarakat pesisir yang berkelanjutan. Para peserta mengikuti sesi praktis dan interaktif yang mencakup keselamatan kapal penangkap ikan, penanganan keadaan darurat, pertolongan pertama, pencegahan kebakaran, pemasaran digital, pengolahan ikan, perizinan usaha, dan sertifikasi halal. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan baik dalam aktivitas di laut maupun dalam kegiatan rumah tangga dan usaha.
Untuk memastikan pembelajaran dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir, setiap peserta menerima buku panduan keselamatan maritim yang disusun oleh Syahbandar PPN Palabuhanratu. Buku panduan tersebut menjadi referensi praktis yang dapat dibawa pulang dan digunakan dalam kegiatan penangkapan ikan serta aktivitas kemaritiman sehari-hari.
Program ini juga memberikan dukungan langsung untuk memperkuat ketahanan masyarakat. Nelayan yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan perlindungan asuransi selama tiga bulan, sehingga membantu memperluas akses terhadap jaminan sosial. Program ini juga memberikan apresiasi kepada peserta yang menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan. Perempuan nelayan paling aktif dari setiap kelompok menerima paket kebutuhan pokok, sementara peserta individu terbaik mendapatkan beasiswa kursus Bahasa Inggris selama satu tahun untuk mendukung peluang pengembangan diri dan profesional di masa mendatang.
Keberhasilan GISLI untuk Perempuan Nelayan tidak terlepas dari kolaborasi PPN Palabuhanratu, termasuk Syahbandar, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), BBP3KP, BPJS Ketenagakerjaan, BNN, dan Direktorat Pemberdayaan Usaha Perikanan. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun masyarakat pesisir yang lebih aman, tangguh, dan memiliki kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh IFFS, yang memungkinkan seluruh rangkaian program terlaksana, mulai dari peningkatan kapasitas dan penyediaan materi edukasi hingga pemberian perlindungan sosial dan apresiasi bagi peserta. Melalui kolaborasi ini, GISLI untuk Perempuan Nelayan tidak hanya bertujuan meningkatkan keselamatan maritim saat ini, tetapi juga memberdayakan perempuan untuk berperan aktif sebagai pemimpin dalam membangun masa depan masyarakat pesisir yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.